Bencana gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 7,7 telah mengguncang wilayah lepas pantai utara Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 05.58 WITA. Berdasarkan laporan resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa yang berada di kedalaman dangkal 15 km ini mengakibatkan guncangan hebat (skala VIII MMI/Parah) yang merusak infrastruktur serta memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga. Kedalaman yang sangat dangkal tersebut membuat daya rusak gempa terkonsentrasi berat di kabupaten-kabupaten bagian barat dan tengah Flores.
Dampak dari bencana ini sangat masif dan memilukan. Berdasarkan data posko darurat, guncangan hebat ini telah mengakibatkan setidaknya 136 korban jiwa meninggal dunia, ratusan warga luka-luka, dan memaksa lebih dari 5.000 warga mengungsi karena kehilangan tempat tinggal. Ribuan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga roboh total. Fasilitas umum vital seperti gedung sekolah, puskesmas, dan tempat ibadah hancur tidak dapat digunakan, serta memutus akses jaringan listrik, komunikasi, dan sumber air bersih warga.
Di tengah situasi tanggap darurat yang serba terbatas, para pengungsi—termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan ibu menyusui—saat ini berada dalam kondisi beralaskan seadanya di tenda-tenda darurat. Mereka menghadapi ancaman kelaparan dan penyakit akibat keterbatasan akses terhadap kebutuhan pokok paling mendasar. Kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan di lapangan saat ini meliputi makanan siap saji, air minum bersih, tenda penampungan layak, selimut, pakaian, perlengkapan bayi, serta pasokan obat-obatan medis.
Sebagai sesama manusia, penderitaan dan air mata yang dialami oleh saudara-saudara kita di Flores adalah panggilan kemanusiaan bagi kita semua untuk peduli. Jarak geografis tidak boleh menjadi penghalang solidaritas kita. Melalui aksi penggalangan donasi peduli gempa ini, kami mengajak seluruh lapisan masyarakat, instansi, dan komunitas untuk mengulurkan tangan dan menyisihkan sebagian rezeki guna meringankan beban hidup para korban, serta membantu mempercepat proses pemulihan fisik maupun psikologis mereka pascabencana.